HIU HANTU

Samy Pedia
Source: NOAA

HIU HANTU

Chimaeriformes

« Hewan Lainnya
Tipe Hewan

Chondrichthyes

Ukuran

60-150cm

Makanan

Moluska

, Kepiting, Bulu Babi, & Cacing Laut

Photo by NOAA
Habitat

Laut Dalam

Zona Hadal & Abisal

Wilayah

Tersebar luas

Indonesia, Samudra Pasifik, Atlantik, & Hindia

LOADING ADS
SAMY PEDIA  //  IKLAN 01

Hiu Hantu (Chimaera) adalah penghuni laut dalam yang memiliki penampilan paling misterius di keluarga ikan bertulang rawan. Meskipun berkerabat dekat dengan hiu dan pari, mereka telah menempuh jalur evolusi yang berbeda selama lebih dari 400 juta tahun. Nama mereka diambil dari makhluk mitologi karena perpaduan fisiknya yang tidak lazim, mata besar yang berpendar, sirip lebar menyerupai sayap, dan ekor panjang yang ramping mirip tikus.

Berbeda dengan hiu pada umumnya, Hiu Hantu tidak memiliki barisan gigi tajam yang berganti secara berkala. Sebagai gantinya, mereka memiliki tiga pasang pelat gigi permanen yang sangat kuat, berfungsi untuk menghancurkan cangkang mangsa yang keras di dasar samudra. Ciri unik lainnya adalah garis-garis di wajah mereka yang menyerupai bekas jahitan, ini sebenarnya adalah organ sensorik canggih yang mampu mendeteksi sinyal listrik dari gerakan makhluk hidup lain di kegelapan total zona abisal.


Informasi di atas sebenarnya sudah cukup untuk kamu yang hanya ingin mengenal sekilas tentang Hiu Hantu. Namun, jika rasa penasaran kamu masih tinggi, beberapa sub-bab di bawah ini mungkin bisa membuat rasa penasaranmu kenyang

01 Sensor Listrik dan Mata Hantu

Mata Hiu Hantu memiliki lapisan spesial bernama tapetum lucidum. Lapisan ini memantulkan cahaya layaknya mata kucing, sehingga mata mereka tampak bercahaya hijau metalik di kegelapan total.

Namun, senjata rahasia mereka sebenarnya adalah garis-garis misterius di wajah yang tampak seperti bekas jahitan.

Garis tersebut adalah sensor elektroreseptor. Fungsinya sangat canggih, mereka bisa mendeteksi denyut jantung mangsa yang bersembunyi di bawah pasir melalui sinyal listrik. Kombinasi mata hantu dan "radar" wajah ini membuat mereka tetap bisa berburu meski tanpa cahaya matahari sama sekali.

02 Reproduksi, Pola Sosialisasi, dan Estimasi Usia

Cara Hiu Hantu berkembang biak sangat unik. Mereka bertelur dengan mengeluarkan kapsul telur yang terbuat dari keratin.

Bentuknya aneh, menyerupai kapsul alien atau botol kecil dengan pinggiran bergerigi. Kapsul ini diletakkan di dasar laut dan dibiarkan menetas sendiri, yang bisa memakan waktu hingga satu tahun.

Untuk kehidupan sosial, mereka adalah hewan soliter (penyendiri). Karena hidup di lingkungan yang sangat dingin dan stabil, metabolisme mereka sangat lambat. Hal ini membuat para ilmuwan memperkirakan bahwa Hiu Hantu bisa hidup hingga puluhan tahun.

03 Di Mana Kita Bisa Melihatnya Secara Langsung

Untuk spesies Hiu Hantu laut dalam, hampir mustahil melihatnya di akuarium mana pun di dunia, termasuk Indonesia. Tekanan air yang sangat rendah di permukaan akan merusak jaringan tubuh mereka yang terbiasa hidup di kedalaman ribuan meter.

Namun, ada satu pengecualian kecil: Beberapa akuarium besar seperti Monterey Bay Aquarium (AS) atau akuarium raksasa di Jepang sesekali menampilkan Spotted Ratfish, kerabat dekat Hiu Hantu yang hidup di perairan yang lebih dangkal. Namun, ini pun sangat jarang dan biasanya hanya untuk tujuan riset jangka pendek. Satu-satunya cara adalah melalui rekaman video dari ekspedisi Nautilus Live atau NOAA yang diambil oleh robot bawah laut (ROV).

Selesai membaca? Jangan lupa abadikan keberadaanmu dengan berkomentar,
biarkan jejakmu menjadi fosil berharga di website kami.


KOMENTAR

Posting Komentar